Text Size
   
Jika Anda kesulitan dalam menentukan produk mana yg cocok untuk kebutuhan Anda, atau jika Anda ingin mendapatkan penjelasan mengenai Produk My SMS Center langsung dari HP/Telp Anda. Gratis. silahkan SMS dengan format: MSC<spasi>NAMA<spasi>PEKERJAAN Kirim ke 081515 99 5000 Dalam 1x24 jam salah satu staf kami akan menelepon Anda untuk memberikan pelayanan secara langsung.

Mengelola Konflik dengan Teman Sekantor

mengelola_konflik_teman_kantor

Sebagian besar waktu dalam hidup kita dihabiskan di kantor. Kadang kita tak begitu menyadari hal itu. Atasan, bawahan dan teman-teman sejawat merupakan orang-orang yang sehari-hari berinteraksi dengan kita. Kehidupan di kantor menciptakan sebuah pergaulan yang tidak kalah "intens" dengan pergaulan sosial lainnya, seperti di sekolah atau dalam bertetangga. Kadang ada gosip, lain kali terjadi pertengkaran dan pada saat yang lain lagi kita "merasa perlu" untuk mendiamkan teman sekantor kita karena suatu masalah yang kita anggap sudah sampai pada taraf untuk malas bertegur sapa dengan yang bersangkutan.

Dalam perspektif "pergaulan sosial" tadi, konflik di tempat kerja merupakan hal yang wajar. Dalam arti, mungkin dan bisa saja terjadi. Mengingat, kantor berisi orang-orang yang datang dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Dari pendidikan hingga karakter pribadi. Idealnya, tentu saja, berbagai perbedaan itu bisa dijadikan sebagai penguat dalam hubungan kerja. Tapi, pada sisi lain, perbedaan di mana-mana sering menjadi bibit perselisihan. Jika itu yang terjadi, maka kita perlu pandai-padndai mengenali perbedaan-perbedaan tersebut, untuk kemudian mencoba mengatasinya agar tidak menjadi potensi konflik.

Hal pertama yang perlu kita perhatikan dalam mangelola konflik di kantor adalah menahan diri. Cukup sederhana kedengarannya, tapi ini tidak mudah dilakukan. Setiap orang punya ego (yang besar) dan masing-masing dari kita punya kecenderungan untuk mendesakkan dan mempertahankan ego kita, mengungguli ego orang lain. Ibaratnya, kalau bisa ngotot mengapa harus mengalah. Jelas itu prinsip yang salah. Cobalah untuk senantiasa menahan diri, terutama tentu saja pada saat-saat yang gawat, genting, di tengah perdebatan sengit atau pun dalam situasi-situasi yang tidak menyenangkan.

Jika Anda merasa sangat kesal, jengkel, marah kepada teman, jangan berlama-lama berada di dekat orang tersebut; segera tinggalkan ruangan. Jika situasi tidak memungkinkan Anda untuk melakukannya, misalnya karena sedang meeting dan Anda harus berada di situ sampai selesai, berusahalan untuk diam. Jangan sekali-kali berteriak, membentak atau lebih-lebih menggebrak meja, membanting atau melempar benda-benda.

Setelah berusaha untuk menahan diri dari kemarahan, langkah selanjutnya Anda perlu mengontrol emosi. Wah, ini lebih susah lagi. Tapi, tenang saja, inilah caranya:
  • Cobalah untuk memahami perasaan lawan bicara, ini akan membantu Anda menghindari tindakan yang kontra-produktif.
  • Pengalaman masa lalu bisa membantu untuk mencari solusi atas konflik yang muncul sekarang. Ingat-ingatlah, apakah Anda pernah mengalami kemarahan yang sama sebelumnya.
  • Petakanlah arti hubungan Anda dengan teman-teman Anda, ini akan membantu Anda menempatkan konflik pada jalur yang benar, bukan sekedar mengumbar emosi. Tanyakan pada diri Anda, seberapa penting sebetulnya lawan bicara yang tengah berkonflik dengan Anda. Jangan sampai Anda bertengkar hebat dengan teman kerja yang sudah sekian tahun bersama-sama hanya untuk urusan kecil.
  • Tanyakan, apa lagi yang tengah Anda alami selain konflik dengan rekan Anda itu? Jangan-jangan Anda memang tengah dalam tekanan masalah di luar pekerjaan.
  • Tanyakan, apa yang Anda peroleh dari konflik tersebut? Jawaban dari pertanyaan ini akan membantu Anda memahami motif Anda yang sebenarnya. Jangan-jangan, Anda bertengkar semata-mata hanya karena tak ingin jatuh gengsi, misalnya.
  • Tanyakan juga, apa yang hendak Anda pertaruhkan dengan konflik tersebut? Kalau bukan persoalan yang memang krusial, jangan menghabiskan energi hanya untuk bertengkar. Mengevaluasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat.

busyLoading Poll...
 

Sumber: portalhr.com


blog comments powered by Disqus

Langganan Blog?

Artikel Terbaru

Koneksi H2H Menggunakan XML RPC
11 February 2011 03:56
article thumbnail Jika Anda memiliki modul XML Eratel, maka Anda cukup menggunakan modul XML Eratel untuk bertransaksi H2H ke kami. Persyaratan...
More Recent Articles:

Komentar Terbaru

Recent Comments

Powered by Disqus

Online Support

Online Support YM

ims_cs1:

Hari dan Jam Kerja

special10 YM Support Online & Marketing :
Senin s/d Sabtu
pukul 08.00 - 16.00 WIB
special10 Request Chat
Jika di jam dan hari kerja kami sedang offline silahkan kirim SMS ke 085780848444 dengan format CHAT<spasi>NAMA ANDA

Call Me

Dapatkan penjelasan mengenai software My SMS Center langsung dari HP/Telp Anda. Gratis.

Ketik SMS dengan Format:
MSC<spasi>NAMA<spasi>PEKERJAAN
Kirim ke
081515 99 5000

Dalam 1x24 jam salah satu staf kami akan menelepon Anda untuk memberikan pelayanan secara langsung.

banner_300

facebook_mysmscenter

facebook_aspindo_jatim

logo_aspindo_new
mod_vvisit_counterKunjungan Hari ini165
mod_vvisit_counterkemarin329
mod_vvisit_counterminggu ini1743
mod_vvisit_counterminggu lalu2398
mod_vvisit_counterbulan ini6033
mod_vvisit_counterbulan lalu10643
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung353121

Tamu Online : 24